Tanpa penerapan teknologi ini, produksi dua lapisan bertekanan berbeda akan menimbulkan cross flow. Kondisi itu dapat menyebabkan lapisan produksi bertekanan lebih rendah akan kehilangan kemampuan produksi dan akan meninggikan risiko terjadinya “Thief Zone” di antara kedua lapisan tersebut.
Penerapan velocity string telah dilakukan di PHR Zona 1 Field Jambi pada 2025. Teknologi itu mampu meningkatkan produksi minyak Sumur PPS-X19 dan Sumur PPS-12 secara signifikan.
Setelah berhasil mereplikasi teknologi tersebut di Sumur BNG-68 di Adera Field, PEP Zona 4 berencana menerapkan velocity string di Cluster Gunung Kemala yang merupakan bagian dari PEP Prabumulih Field.(*)








