Antusias 436 Pelajar OKU Ikuti Webinar

Edukasi, Nasional, Oku, Sumsel229 Dilihat

Baturaja,sebimbing.com- kegiatan Literasi Digital di Kabupaten Ogan Komering Ulu melalui webinar kembali di gelar Jum’at, (13/8/ 2021). Webinar kali ini mengangkat tema Media Sosial sebagai Sarana Pembelajaran.

Pada webinar yang menyasar target segmentasi pelajar tingkat SMA/SMK kali ini sukses dihadiri 436 peserta. Hadir dan memberikan materinya secara virtual, para Narasumber yang berkompeten dalam bidangnya. Narasumber nasional terdiri dari Dr. Desi Rahmawati, M.Pd seorang akademisi bidang manajemen pendidikan kemudian, Bayu Wardhana selaku pimred salah satu media online.


Selain itu juga Menghadirkan juga narasumber lokal yang familiar khususnya dalam dunia pendidikan di Kabupaten OKU Dr. Yamanto Isa selaku akademisi bidang teknologi pendidikan dan Drs. Komaruddin, M.Pd.I selaku Waka Humas dan Industri SMK Negeri 3 Ogan Komering Ulu.

Narasumber lainnya adalah seorang Beuty Preneur yang bertindak sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya sebagai salah satu pelaku usaha yang memanfaatkan media sosial untuk kepentingan usaha yang ditekuninya.

Pembelajaran jarak jauh saat pandemi covid-19 seperti saat ini sudah tak terelakan lagi. Demi menjaga penyebaran virus covid-19 serta sekaligus menjawab tantangan teknologi. Desi Rahmawati mengungkapkan, ukuran atau indikator kecakapan digital bagi seseorang, antara lain mampu mengoperasikan berbagai perangkat TIK serta mampu mengoptimalkan perangkat tersebut untuk sebesar-besarnya manfaat bagi diri sendiri dan orang lain (Bijak dan Bertanggung jawab).


” Contoh yang paling sederhana bagi seseorang yang dapat dikatakan cakap digital misalnya menulis di kolom chat pada saat zoom meeting berlangsung dengan bahasa yang sopan serta sesuai dengan keperluan. Tidak membuat gaduh atau menulis hal-hal yang tidak penting pada kolom chat,” jelas Desi.

Sementara, Bayu Wardhana juga mengingatkan para peserta yang merupakan pelajar agar tidak asal share berita atau link informasi. Hanya link-link terpercaya dan kredibel yang seharusnya menjadi rujukan atau referensi jika ingin mengetahui suatu informasi. Selain itu dalam bermedia sosial jangan pernah membagikan atau share informasi yang sifatnya privasi seperti foto KTP, No. Rekening, riwayat penyakit, kartu vaksin dan lain-lain.


” karena informasi dimaksud dapat saja disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk mencari keuntungan atau untuk melakukan penipuan dalam media sosial mengatasnamakan diri kita karena informasi pribadi telah tersebar dan diketahui oleh orang banyak,” jelasnya.

Praktisi pendidikan OKU, Yamanto Isa mengatakan saat ini berlangsung massifnya penggunaan media sosial. Menurutnya hampir semua orang tidak bisa lepas dari media sosial baik hanya sekedar untuk hiburan atau mencari pertemanan sampai pada tahap untuk menjadikan media sosial sebagai salah satu platform dalam pekerjaan.


“Untuk para guru dan tenaga pendidik misalnya dapat memanfaatkan platform media sosial untuk mengirimkan tugas dan berinteraksi dengan siswa dimanapun berada. Saat ini ada perubahan trend Pembelajaran, kita lihat saja platform media pembelajaran melalui internet juga banyak di ciptakan dan diikuti oleh pelajar,” Jelasnya.

Ada tiga prinsip etika dalam bermedia sosial. Yang pertama tidak merugikan diri sendiri yakni mengumbar info pribadi, keluarga ataupun kerabat, berkeluh kesah tentang hidup, mengunggah konten kekerasan atau menyebarkan berita yang tidak jelas. Yang kedua tidak berpotensi merugikan lembaga atau institusi tempat bekerja atau tempat belajar. Kemudian yang ketiga, tidak berpotensi melanggar hukum yaitu ujaran kebencian, pencemaran nama baik, hoaks dan seterusnya.
” sebagai seorang muslim harus memiliki rasa malu yang tinggi, karena akhlak Islam adalah malu,”. Kata Komarudin narasumber yang merupakan guru agama Islam di sekolahnya ini.

Menjawab pertanyaan Dimas P yang menanyakan tentang mengapa literasi digital perlu diajarkan didunia pendidikan. Salah satu narasumber menjawab bahwa harapannya kalau semua terutama para pelajar sudah cakap digital maka komentar dan chat saat zoom berlangsung pasti santun hanya komentar yang penting-penting saja bukan yang penting komentar. Jadi penting sekali literasi digital bagi masyarakat umumnya dan pelajar khususnya agar kemampuan kita dalam menggunakan media digital semakin baik.

Webinar yang di gelar pukul 14.00 wib digelar secara massif ini diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet. Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital.

“Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” katanya lewat diskusi virtual. Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.

Webinar ini merupakan satu dari rangkaian 23 kali webinar untuk wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu. Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang. (*)