Dari Tahun Ke tahun Mutu Pembangunan Melalui Dinas PUPR OKU Semakin Membaik Kualitasnya

Ekonomi, Nasional, Oku, Sumsel569 Dilihat
Pengecakan kualitas jalan cor dikawasan Kemelak oleh Dinas PUPR OKU

Sejalan dengan Program PUPR OKU Perbaiki Kualitas

Baturaja,sebimbing.com – Untuk mengetahui mutu pekerjaan proyek jalan khususnya cor beton. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), melakukan sidak pengecekan baik ketebalan, panjang jalan, lebar jalan sesuai dengan ketentuan yang telah dianggarkan

Hasilnya, Dinas PUPR OKU mengklaim dari tahun ke tahun mutu pekerjaan proyek di kabupaten OKU terus meningkat. 

Hal itu dikatakan Kepala Dinas PUPR OKU Candra Dewana melalui Kabid Tata Ruang PUPR Jumairi ST MM saat melakukan pengecekan jalan cor beton di kawasan Kelurahan Kemelak pada Selasa (7/2/2023). Menurut Jumairi hal ini sejalan dengan program yang telah dicanangkan pihaknya untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan jalan maupun infrastruktur di bumi berjuluk Sebimbing Sekundang itu. 

“Pak Kadin berkomitmen untuk memberikan pembangunan yang baik. Alhamdulillah dari tahun ke tahun sudah ada perubahan. Seperti hari ini kami memeriksa jalan bersama BPK, jadi untuk pengawasan ini sudah mencapai fisik 100 persen dan ini dalam tahap pemeriksaaan BPK, “kata Jumairi. 

Tujuan pengecekan ini kata Jumairi untuk mengetahui mutu ketahan jalan tersebut, agar masyarakat yang menggunakan jalan merasa puas dengan adanya  pembangunan yang selama ini belum terbangun dan hingga saat ini jalan ini suda terealisasi 

” Sejauh ini suda beberapa bangunan jalan yang kami tinjau, untuk hasil nya alhamdulilah suda ada peningkatan, dan ini suda menjadi Program PUPR untuk selalu meningkatkan kualitas kinerja kita baik peningkatan jalan maupun inprastruktur di kabupaten OKU ini melaui Dinas PUPR,”tambahnya.

Lanjut di katakannya, untuk mengetahui pekerjaan yang dilakukan kontraktor untuk pengecekan mutuh akan dilakukan pengujian Leb dan itu suda menjadi kewenangan team pemeriksa, jika ditemukan adanya kerugian Negara ada konsenkuensi untuk pengembalian  dari pihak kontraktor ke negara.

“Pengecekan ini dilakukan secara manual dengan cara mengebor, setelah itu dilakukan pengukuran dan ketebalan sesuai dengan rencana awal waktu pembangunan jalan ini,” ujarnya.

Dari hasil sidak yang dilakukan beberapa tim di beberapa proyek yang ada, pihaknya juga tidak menampik masih ada oknum kontraktor yang tidak maksimal melakukan pekerjaan. Hal ini kata dia menjadi catatan tersendiri pihaknya dan kontraktor juga harus siap menanggung konsekwensinya. 

“Kalau ada temuan atau kerugian negara tentu kontraktor harus bertanggung jawab apalagi menjadi temuan. Nah hal inilah harus kita hindari bersama sehingga semua pembangunan di OKU bisa baik dan memuaskan masyarakat, “tukas Jumairi. (Dor)