Sisi sosial dari Dies Natalis ini juga terasa kuat lewat Bazar UMKM, yang memberi ruang bagi pelaku usaha lokal dan mahasiswa yang memamerkan produk unggulan mereka.
Kegiatan ini juga dirancang inklusif lewat hadirnya pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk cek mata dan tes darah, yang diberikan bagi tamu undangan yang hadir.
Hal ini menjadi bukti nyata bahwa Unbara tak hanya fokus pada dunia akademik, tetapi juga hadir untuk kesehatan dan kesejahteraan lingkungan sekitar.
Rektor Universitas Baturaja juga berharap Dies Natalis ke-26 ini bukan hanya momentum perayaan, melainkan juga refleksi perjalanan panjang kampus dalam mencetak insan cendekia dan mengabdi pada masyarakat.
“Kami ingin Dies Natalis kali ini benar-benar menyentuh semua lapisan. Kampus harus hadir bukan hanya sebagai menara gading, tapi juga menjadi rumah kolaborasi dan pengabdian,”ungkapnya.
Dengan semangat peringatan Dies Natalis ke-26 ini diharapkan menjadi titik tolak baru bagi Unbara dalam menatap masa depan yang lebih terbuka, kolaboratif, dan berdampak nyata.










