Kemudian Lanjut Andie, Permasalahan banjir juga menjadi perhatian DPRD Provinsi Sumsel, Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemkab OKU untuk mencari solusi yang terbaik untuk penanganan banjir agar tidak terulang lagi. “Perlu diketahui kami DPRD ini bukan sebagai eksekutor, kami sebagai legislasi sebagai pengawasan. Kita juga harus sama-sama menyadari, tingkat kepedulian masyarakat itu yang harus ditanamkan, jangan membuang sampah sembarangan apa lagi disungai di siring saluran air sehingga bisa menyebabkan terjadinya banjir. Penanaman rasa kepedulain masyarakat juga perlu kita tingkatkan,” imbuhnya.
Sementara untuk usulan pembangunan sekolah SMA baru di OKU, Andie mengatakan jika memang Administrasi kelengkapan seperti sertifikat lahan sudah selesai bisa diusulkan dalam waktu dekat. “Kalau memang sertifikatnya sudah selesai dalam waktu dekat bisa kita usulkan, karena kami ridak bisa menganggarkan kalu adiministrasinya belum tuntas, karena bisa menjadi masalah,” tukasnya.
Reses tahun anggaran 2025 itu dihadiri oleh 7 Anggota DPRD Provinsi sumsel yang dikomandoi oleh Ketua DPRD Sumsel Andie Dinaldie SE MM (Partai Golkar), Athahirah Putri Lestari SE (Partai Persatuan Pembangunan), Mirza Gumay SIP (Partai Amanat Nasional), Fathan Qoribi ST (Partai Kebangkitan Bangsa), Isyana Lonitasari SH (Partai Demokrat), Sri Mulyadi SE MSi (Partai Gerindra) dan Andri Fitriansyah ST MM (Partai Nasdem).(Tin)










