Insan politik Sebagai pengelola kebijakan dan kepentingan publik, insan politik di OKU memiliki tanggung jawab besar untuk menciptakan suasana politik yang sehat, solutif, dan berpihak pada rakyat. Sayangnya, dinamika politik lokal kerap diselimuti kepentingan kelompok dan friksi yang merugikan pelayanan publik dan pembangunan.
Momentum ulang tahun ini harus dijadikan titik tolak untuk menyatukan langkah, menghilangkan sekat ego sektoral, dan mengedepankan musyawarah. Insan politik OKU harus menjadi teladan dalam semangat persatuan. Perbedaan pandangan adalah keniscayaan, namun jika disatukan dalam semangat “Sayangi OKU”, perbedaan bisa menjadi kekuatan.
Masyarakat: Pilar Kontrol, Moral Kolektif dan teguhkan semangat Kebersamaan
Masyarakat OKU adalah penentu arah. Dalam era demokrasi, suara masyarakat bukan hanya di bilik suara, tetapi dalam keseharian: dari menolak politik uang, melaporkan penyalahgunaan wewenang, hingga membudayakan nilai kejujuran dalam keluarga. “Sayangi OKU” artinya menjaga marwah daerah ini dengan tidak membiarkan penyimpangan menjadi kebiasaan. Dari pasar hingga sawah, dari sekolah hingga masjid, masyarakat harus menjadi barisan pertama dalam membangun budaya malu terhadap korupsi.
















