Masyarakat OKU adalah aktor utama dalam pembangunan daerah. Dari desa hingga kota, masyarakat menyimpan kekuatan sosial, budaya, dan ekonomi yang luar biasa. Dalam merayakan HUT ke-115 ini, masyarakat perlu memperkuat rasa memiliki terhadap tanah kelahiran. Gotong royong, kepedulian sosial, serta kesadaran menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan adalah bentuk sederhana, tapi nyata, dari semangat “Sayangi OKU”.
Masyarakat juga harus aktif mengawal pembangunan. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi juga pengawas dan pengontrol. Partisipasi dalam musrenbang, forum warga, atau kegiatan sosial harus terus digalakkan sebagai bentuk cinta pada daerah.
Membangun dari Luka: Jalan Menuju OKU yang Diberkahi OTT adalah luka, tetapi juga peringatan Tuhan agar kita tidak lalai. Usia 115 tahun bukan usia muda. OKU telah melalui berbagai dinamika: kolonialisme, perjuangan, pembangunan, dan kini ujian integritas. Namun sejarah menunjukkan bahwa daerah ini selalu punya daya tahan. Kita tidak boleh terjebak dalam kekecewaan. Justru dari luka ini, kita belajar untuk tumbuh lebih kuat, lebih bijak, dan lebih bersatu.
Kini, saatnya menyatukan langkah, bukan hanya dalam slogan, tetapi dalam kerja nyata. Kita kokohkan semangat bukan untuk membanggakan masa lalu, tapi untuk menyongsong masa depan yang lebih bersih dan beradab. Dan kita sayangi OKU, bukan hanya karena dia tanah kelahiran kita, tetapi karena kita percaya: OKU pantas diperjuangkan, dipulihkan, dan dimuliakan.
















