Dijelaskan Doni, baik pihak desa maupun pihak kecamatan selama ini tidak tutup mata atas adanya kerusakan pada jembatan gantung itu. Sebelumnya pihak Desa sudah memperbaiki seadanya dan lebih dari itu Pemkab OKU sendiri pasca banjir besar yang menerjang OKU tahun lalu telah berupaya untuk menganggarkan, karena jembatan ini salah satu yang terdampak.
Nah, saat itu Pemkab OKU melalui PUPR telah mengusulkan perbaikan permanen melalui dana pusat Basarnas dan pada saat itu telah dilakukan survey lapangan.
“Namun, entah kenapa hingga saat ini itu gagal direalisasikan oleh Basarnas. Sementara Pemkab OKU tidak memasukan anggaran, itu ceritanya. Tapi sebelum kejadian ini memang Pemkab OKU telah mengambil alih untuk perbaikan permanen”kata Doni.
Doni juga membenarkan jika kejadian yang terjadi Minggu kemarin akibat rusaknya lantai jembatan. “Korban satunya merupakan warga kecamatan Muarajaya satunya lagi warga Pengandonan, tadi pak kades sudah membantu biaya berobat korban,”tambah mantan Lurah Sepancar ini.










