Kronologis Seorang Petani Diterkam Beruang Saat Dikebun Desa Mendingin

oleh -41 Dilihat
Ipda Indra Kapolsek Ulu Ogan saat membesuk korban diserang beruang

Baturaja, sebimbing.com – Mengerikan, Joni (43) seorang petani warga Desa Mendingin Kecamatan Ulu Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), harus kehilangan kaki kirinya akibat di serang seekor beruang dikawasan itu. 

Kapolres OKU AKBP Imam Zamroni melalui Kapolsek Ulu Ogan Ipda Indra Gunawan menjelaskan, kejadian naas yang menimpa Joni terjadi pada Rabu 17 Januari sekitar pukul 12.30 wib. 

Korban warga RT 011 Dusun III Desa Mendingin kecamatan Ulu Ogan OKU itu Ipda Indra mengungkapkan kronologis kejadian pada saat itu korban sedang berada di kebun miliknya yang terletak di kawasan perkebunan desa Mendingin.

Saat itu korban tengah mengurus kebun miliknya, pada saat itu korban bersama orang tuanya, diduga korban tidak menyadari keberadaan hewan tersebut. 

Lalu tiba tiba korban diserang seekor binatang buas berjenis beruang yang mengakibatkan terputusnya pergelangan telapak kaki sebelah kiri milik korban dan korban melakukan perlawanan dengan cara menusuk dengan menggunakan pisau ke badan hewan beruang tersebut sebanyak 3 kali yang menyebabkan hewan tersebut lari. 

“Kemudian korban meminta tolong kepada Mardi (orang tua korban) yang saat itu sedang berada di kebun kemudian Mardi meminta pertolongan kepada warga, ” ucap Ipda Indra. 

Pada saat hendak evakuasi sendiri ayah korban meminta bantuan kepada warga lainya yang berada di kebun. Melihat kondisi korban cukup parah lalu korban dibawa ke kampung yang berada cukup jauh dengan cara digotong. 

“Dan korban berhasil dibawa kembali ke desa Mendingin  pukul 16.00 wib, korban di antar warga ke puskesmas mendingin, namun luka korban cukup parah, lalu korban di rujuk ke rumah sakit umum Baturaja untuk dilakukan pengobatan dan pada saat ini korban di rawat di RSUD Ibnu Sutowo Baturaja, “tutur Kapolsek. 

Diungkapkan Ipda Indra pihaknya sendiri telah melakukan interogasi kepada korban dan ayah korban. Memang dijelaskan kapolsek korban sedkiti alami kekurangan sehingga tidak mengetahui adanya binatang buas. 

“Korban menderita tuna rungu ( bisu ) tuli dan tidak bisa bicara sehingga kurang kewaspadaan serta hutan perkebunan warga di desa Mendingin berada kawasan hutan cukup luas yang masih  banyak terdapat binatang buas, ” jelasnya. 

Beruntung korban masih bisa diselamatkan, saat ini masih menjalani perawatan secara intensip dirumah sakit Ibnu Sutowo Baturaja. 

“Kami menghimbau warga di kecamatan Ulu Ogan untuk waspada apalagi saat berada di kebun yang berada di hutan lebat, ” Harap Kapolsek Ulu Ogan. (Tin)

No More Posts Available.

No more pages to load.