Limbah APD Bekas Pemakaman Pasien Positif Covid Berserakan di Makam

Masker dan sarung tangan dibuang sembarangan. APD itu diduga kuat bekas pemakaman pasien postifi corona

BATURAJA,SEBIMBING.COM– Sungguh miris melihat limbah APD diduga bekas pemakaman pasien covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) milik warga Perumahan Tiga Gajah Indah RT 5 RW 2 Kelurahan Talang Jawa Kecamatan Baturaja Barat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Pantauan dilapangan pada Senin (20/7/2020), limbah APD berupa sarung tangan, masker serta bekas pakaian APD nampak berceceran tanah lapang yang kebetulan TPU tersebut berada dekat sekali dengan pemukiman warga.

Warga sekitar membenarkan beberapa APD tersebut bekas dari petugas yang memakamkan SU (68) terduga pasien positif covid-19 yang meninggal belum lama ini.

Warga mengaku resah banyaknya bekas APD yang berserakan dibiarkan begitu saja oleh tim petugas satgas OKU. Pasalnya, kawasan itu juga selain pemukiman padat penduduk di tanah lapang TPu itu sendiri sering dijadikan anak anak untuk bermain.

“Tanah lapang ini sering banyak anak anak bermain layang layang,”ucap Wakijo warga sekitar.

Terlihat juga ada beberapa APD yang sengaja dibakar dikawasan TPU itu, sementara belasan sarung tangan dan masker masih dibiarkan berserakan begitu saja.

Sebelumnya SU warga KPR Tiga Gajah Kelurahan Sukajadi Kecamatan Baturaja Timur pasien terkonfirmasi positif covid-19 meninggal dunia dan dimakamkan di Pemakaman Umum Tiga Gajah Indah RT. 5 RW. 2 Kel. Talang Jawa Kec. Baturaja Barat Kab. OKU Pada hari Kamis 16 Juli sekira jam 22.00 Wib.

SU sebelum meninggal diketahui sudah sakit selama 3 minggu dengan penyakit Ginjal, satu minggu di Rumah Sakit Baturaja kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Palembang. Dari hasil Swab SU dinyatakan terkonfirmasi positif.

Atas keputusan korban dikebumikan di TPU umum setempat, dimana disekiling TPU merupakan pemukiman padat penduduk.

“Benar, yang dimakamkan belum lama ini korban covid. Itu setelah kami menerima laporan dari Palembang bahwa hasil swab korban terkonfirmasi positif. Saat ini kami mendata warga yang pernah kontak langsung dengan korban,”jelas Jubir Satgas Covid-19 Rozali.