Menjadi Siswa dan Pendidik Kreatif di Era Digital

OKUS – Webinar Literasi Digital di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan kembali di gelar Rabu, (18 /8/ 2021). Webinar kali ini bertajuk Literasi Digital Menjadi Siswa dan Pendidik Kreatif di Era Digital.

Pada webinar kali ini menyasar target segmen Pelajar dan Masyarakat OKU Selatan yang sukses dihadiri 612 orang peserta. Hadir dan memberikan materinya secara virtual, para Narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Mariana R.A. Siregar, M.I.Kom., Dr. Ir. Soni Trison, S.Hut., M.Si., Dr. Alamsyah, S.I.P., M.Si., Noni Apriani, S.Pd. dan Presenter dan Producer TVOne @shintasyamsularief sekaligus Bertindak sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya.

Dikatakan Mariana R.A. Siregar, M.I.Kom., Pembelajaran jarak jauh sudah menjadi kebiasaan baru bagi pelajar di massa pandemi covid-19 seperti saat ini. Ada kelebihan pembelajaran daring dan kekurangan pembelajaran daring. Diantara kelebihan pembelajaran daring diantaranya tersedianya fasilitas e-moderating antara pendidik dan siswa yang dapat berkomunikasi dengan mudah melalui internet kapan saja dan tidak dibatasi oleh jarak, tempat, dan waktu.


” Sedangkan untuk kekurangan pembelajaran daring diantaranya, kurangnya interaksi langsung antara pendidik dengan siswa maupun antar siswa yang dapat memperlambat terbentuknya nilai moral dalam proses belajar mengajar,” ungkap Mariana.

Ditambahkan Dr. Ir. Soni Trison, S.Hut., M.Si yang menilai internet banyak mengubah masyarakat di dunia dan banyak sekali manfaatnya. Diantara manfaat internet bagi masyarkat diantaranya bisa komunikasi dan sharing, berbagi informasi, knowledge. ” Kemudian bisa membantu orang menemukan alamat dan kontak, menjual dan menghasilkan uang, berdonasi dan pendanaan, serta hiburan,” Tambah Sony Trison yang tampil sebagai pemateri kedua.

Dosen Universitas Sriwijaya, Dr. Alamsyah, S.I.P., M.Si. mengungkapkan masyarakat sekarang berada dalam masyarakat informasi, dimana banyak keterampilan digital yang harus dikuasai, diantaranya membuat konten digital, memahami hak cipta dan lisensi kontek digital.


” Masyarakat juga harus bisa mengintegrasikan dan mengelaborasi konten digital, memahami bahasa pemrogaman, mengevaluasi konten digital, mencari dan menyaring konten digital, mengelola konten digital, dan memecahkan masalah. Jika ini bisa dilakukan maka internet bisa bermanfaat baik dalam dunia pendidikan,” Ujarnya.

Kepala Sekolah SMPN 1 Muaradua Noni Apriani, S.Pd. menjelaskan terkait dampak negatiif dari internet diataranya ancaman malas bergerak, pelanggaran hak, Mengambil tindakan yang cepat tanpa berfikit panjang. Akan tetapi, jika digunakan dengan bijak, banyak manfaat yang bisa diambil dari internet.


” diantaranya SMPN 1 Muradua sudah melakuan digitalisasi diantaranya SMPN 01 Muaradua telah mengapload karya karya digital di youtube yang merupakan hasil video video terbaik hasil lomba lomba tingkat sekolah, kabupaten, provinsi, dan nasional,” jelasnya.


Selain itu, terdapat juga Fecebook dan Instagram, serta aplikasi Google Classroom, WhatsApp, Telegram, dan Zoom telah menjadi media pembelajaran bagi siswa dan guru SMPN 01 Muaradua selama melaksanakan PJJ.

@shintasyamsularief Sebagai key opinion leader dalam webinar kali ini, menuturkan bahwa masyarakat dan pelajar saat ini harus kreatif, kreatif di sini diartikan harus out of the box dengan memiliki data yang real. Selain itu, juga ditambahkan oleh key opinio opinion leader bahwa Kita harus menyerap semua informasi akan tetapi ambil yang bagus dan buang yang jelek.

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber, salah Dinda Syafika, terkait bagaimana menanamkan etika kepada anak dalam menggunakan sosial media?. Dimana menurut Mariana R.A. Siregar, M.I.Kom., bahwa pada anak itu ada hak dan kewajiban, sehingga ketika dia menshare sesuatu harus beretika dan bertanggung jawab.

Webinar ini juga makin menarik saat Kepala Sekolah SMPN 01 Muaradua Noni Apriani, S.Pd. membagikan hadiah bagi 5 peserta yang aktif bertanya selama acara webinar berlangsung berupa Buku karya SMPN 01 Muaradua.

Kegiatan massif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital. “Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” katanya lewat diskusi virtual. Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.
Webinar ini merupakan satu dari rangkaian 25 kali webinar yang diselenggarakan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang. (*)