Kapolres juga mengaku bukan menghalangi namun, lebih kepada mengamankan penyampaian aspirasi.
Diketahui oknum anak muda ini memprotes mereka tidak diizinkan masuk ke gedung DPRD OKU bersama masyarakat lainya.
“Kalau ada yang sifatnya anarkis kami sudah akan ke portap-portap lanjutan. Jadi kalau kami sudah tau dari awal, mau demo apa, berapa jumlahnya,siapa yang bertanggung jawab kalau terjadi apa-apaan itu semua kami harus tau dari awal, supaya kita kawal aman kondusif sesuai undang-undang,”terang Kapolres OKU.
Saat Kapolres OKU bersama Wakapolres menanyakan untuk pengen kondusif ketiga pemuda ini mengaku ingin kondusif mereka ditanya Wakapolres mengaku bernama Aliyan, Angga, Riski.
Namun, setelah Kapolres OKU meminta jaminan terhadap mereka, kalau semua peserta aksi diizinkan masuk, ketiga pemuda itu malah enggan bertanggungjawab dan bahkan saat pimpinan tertinggi Polres OKU meminta identitas ketiga pemuda itu enggan memberikan.
“Salah satu masyarakat harus masuk mendengarkan,”Kata Aliyan yang mengaku perwakilan masyarakat.








