Pemda OKU Banyak Hutang Hingga Tunggakan Listrik Kantor DPRD OKU, Forum Masyarakat Galang Dana di Jalan

Nasional, Oku, Politik, Sumsel204 Dilihat
penggalangan Dana oleh Forum Ormas dan Masyarakat Untuk membantu lunasi Hutang Pemda OKU

Baturaja,sebimbing.com – Forum ormas dan masyarakat OKU Peduli menggelar aksi penggalangan dana di simpang Ramayana Baturaja pada selasa (25/122022) pagi.

Penggalangan dana ini dilakukan untuk membantu pemerintah Kabupaten OKU dan DPRD OKU untuk membayar tunggakan hutang dan tagihan listrik yang menunggak.Aksi digelar setelah sebelumnya forum yang terdiri dari ormas, pemuda dan mahasiswa ini  Melakukan audiensi dengan DPRD OKU. Terkait dengan banyaknya hutang Pemda OKU terutama hutang proyek dan beberapa tunggakan lain sehingga kabupaten OKU mengalami defisit hingga 119 Miliar rupiah.


Dari audiensi tersebut forum masyarakat ini menilai ada pemaksaan dalam pelaksanaan proyek yang dinilai tidak pada skala prioritas dan terkesan dipaksakan. Oleh sebab itu di tahun ini anggaran APBD OKU masih tetap akan di Bebani dengan hutang tahun sebelumnya sehingga dari tahun ke tahu. Akan terjadi hal yang sama dan akan menghambat pembangunan di OKU.


” Ada beberapa proyek yang tidak bersentuhan dengan kepentingan masyarakat dan terkesan memaksakan sehingga terjadilah hutang hutang pemda OKU. Hari ini kita mencoba berbuat untuk membantu pemerintah daerah untuk membayar hutang-hutangnya terutama tunggakan listrik dan hutang lainnya,” Kata Koordinator Aksi, Josi Robert.


Dikatakan Robert, ada beberapa dinas di Kabupaten OKU yang sudah tiga bulan menunggak listrik, kemudian gedung DPRD OKU sendiri sudah dua bulan menunggak listrik. Ia berharap dengan penggalangan dana ini dapat melunasi hutang maupun tunggakan di dinas atau OPD serta tunggakan lain.


” Kalau tidak kita turun tangan siapa lagi yang mau membantu pemerintah, oleh karena itu berapapun yang terkumpul akan kita serahkan ke PLH Bupati OKU,” Sambungnya.


Dikatakan Robert, banyaknya hutang dan tunggakan ini terjadi salah satunya disebabkan buruknya pengelolaan keuangan daerah Sehingga tidak dapat memilah mana yang lebih penting. Banyak proyek yang terkesan dipaksakan dan jauh dari skala prioritas dan kepentingan masyarakat banyak.

” Melihat pemaksaan proyek ini, kami juga menduga proyek proyek itu ada main mata terkait komitmen fee. Seharusnya jika memang kondisi keuangan tidak memungkinkan maka sejumlah proyek tersebut dapat di tunda,” pungkasnya.


Dilokasi terpantau sejumlah pengendara yang melintas memberikan uang sebagai bentuk partisipasi. Penggalangan dana ini dilakukab satu hari dan hasilnya akan diberikan kepada Pemda OKU Melalui PLH Bupati OKU.(dr)