Program BESAME tekan Angka Kecelakaan Lalulintas

Laka, Nasional, Oku, Sumsel149 Dilihat

Baturaja, – Angka kecelakaan lalulintas yang melibatkan pelajar dan anak di bawah umur masih cukup tinggi terjadi di sejumlah daerah. Salah satu faktor penyebab kecelakaan tersebut akibat ketidaktahuan rambu-rambu lalulintas oleh pengendara.


Kapolres OKU AKBP Arif Hidayat Ritonga S.IK melalui Kasatlantas AKP Amalia Kartika S.IK Mengungkapkan dari sisi umur para pelajar dan anak di bawah umur memang tidak diperbolehkan untuk mengendarai kendaraan bermotor. Namun ada beberapa orang tua yang kurang bijak sehingga memperbolehkan anak-anaknya mengendarai kendaraan bermotor.


” Anak di bawah umur sebenarnya tidak diperbolehkan mengendarai sepeda motor karena psikologis mereka yang belum stabil sehingga rawan melanggar lalu lintas yang berakibat kecelakaan. Namun masih ada saja orang tua yang kurang bijak dengan membiarkan bahkan memperbolehkan anaknya berkendara sendiri,” Kata Amelia.

Dikatakan Amelia, di kabupaten OKU sendiri kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur masih sering terjadi. Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terutama pelajar agar tidak mengendarai kendaraan bermotor sebelum memiliki surat izin mengemudi (SIM) sebagai syarat untuk mengemudikan kendaraan di jalan raya.
Sebelumnya, Sosialisasi dilakukan secara langsung kepada pelajar melalui sekolah-sekolah. Namun diassa pandemi ini pihaknya melakukan sosialisasi melalui virtual dalam program BESAME ( Bersama Satlantas Melalui E-learning).


” Kegiatan Sosialisasi ini kita lakukan setiap tahun ke sekolah sekolah. Namun di massa pandemi ini kita meluncurkan program BESAME yakni sosialisasi kepada pelajar melalui virtual,” Kata Amalia.
Menurutnya pihaknya sudah bekerja sama dengan dinas pendidikan. Nantinya seluruh sekolah akan dilakukan sosialisasi selama 45 menit atau satu jam pelajaran di setiap hari Senin.


” Melalui jaringan internet atau dalam belajar daring kita laksanakan sosialisasi selama 46 menit di hari Senin. Tujuan kita agar siswa memahami etika lalulintas untuk mengurangi resiko kecelakaan lalulintas bagi pelajar,” jelasnya.


Diharapkan melalui sosialisasi tersebut dapat mengurangi kecelakaan lalulintas yang melibatkan pelajar akibat tak memahami aturan lalulintas. (Wid)