Agus menegaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan kajian termasuk uji lep serta pengadaan seragam tersebut dengan melibatkan pendampingan dari APH.”Jelas kita melaksankan melalui e-katalog jadi siapa saja bisa ikut pengadaan, selanjutnya untuk pembuatan sesuai keinginan pak Bupati melibatkan UMKM. Jadi pengadaan melalui e katalog pembuatanya kita minta dilibatkan para penjahit umkm yang ada di OKU, insyallah akhir Agustus paling lambat seragam ini sudah terbagikan,”tegasnya.
“Sekali lagi kita melalui E-Katalog, ini sebagai bentuk transparansi kita, semua bisa mengecek langsung melalui E-Katalog dengan syarat e katalog ini melibatkan UMKM Lokal sesuai janji Pak Bupati. program ini juga dilakukan pendampingan oleh Kejari OKU. Jadi semua butuh proses dan kita ingin yang terbaik,” ujarnya.
Setelah proses E-Katalog lanjut Agus, tahap selanjutnya pengukuran seragam, pengukuran ini dilakikan saat siswa masuk sekolah.
“Kenapa kita lakukan demikian mungkin banyak yang bertanya kenapa tidak dibagikan sekarang, semua butuh proses dan agar seragam sekolah ini tepat sasaran karna kita belum tahu apakah banyak siswa yang laki-laki atau perempuan, berapa ukuran bajunya anak-anak ini kita belum tahu. Tapi yakinlah secepatnya kita realisasikan,” tukasnya.










