Informan penelitian berjumlah 20 orang di setiap kabupaten/kota dengan komposisi: Pemimpin Redaksi/Redaktur Pelaksana (5 orang), jurnalis (7 orang), organisasi profesi wartawan (3 orang), akademisi (2 orang), pembuat kebijakan (2 orang), dan praktisi digital (1 orang). Sedangkan data sekunder diperoleh dari regulasi, kebijakan, buku referensi, laporan hasil riset, jurnal ilmiah, foto/gambar, data statistik dan sumber lainnya yang relevan.
Analisis kritis naratif dan tematik dipilih untuk menganalisis data penelitian dengan mengidentifikasi pola, tema dan kategori yang ditemukan dari data penelitian. Untuk memperkuat validitas dan keabsahan data kualitatif temuan penelitian dilakukan triangulasi data dengan membandingkan hasil wawancara mendalam, studi pustaka/dokumen dan diskusi kelompok terfokus (FGD). Data dianalisis dengan model interaktif menggunakan perangkat lunak Atlas.ti.
Simpulan Awal
Simpulan awal yang dapat disimpulkan dari pelaksanaan kelompok diskusi terfokus (FGD) di Ogan Komering Ulu, Kota Prabumulih dan Kota Palembang (7, 30 dan 31 Agustus 2025), adalah bahwa wartawan/jurnalis dan institusi media mainstream tetap harus memiliki keyakinan, bahwa setiap orang (siapa saja), mungkin dapat menjadi produsen sekaligus penyampai informasi, tetapi tidak setiap orang dapat menjalankan peran, tugas, fungsi dan tanggungjawab sebagai wartawan atau jurnalis. Ini fakta yang sungguh nyata, sekaligus menjadi tantangan serta ujian yang berat bagi media massa arus utama saat ini.










