Tinggalkan Surat Wasiat, Istri Temukan Suami Gantung Diri Dikamar

Hukum, Kriminal, Nasional, Oku43 Dilihat
Polisi melakukan Olah TKP dan meminta keterangan saksi dirumah korban

Laporan:Widori

Baturaja,sebimbing.com – Diduga tak kuat menanggung beban hidup, YAP (31) Warga perumahan Adzikro Kelurahan Batukuning Kecamatan Baturaja Barat kabupaten OKU nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri didalam kamar rumahnya.

Sontak saja peristiwa gantung diri ini menghebohkan warga setempat yang kemudian berbondong-bondong mendatangi TKP pada selasa (20/2/2024) siang.

Kapolres OKU AKBP Imam Zamroni SIK MH melalui Kasi Humas Polres OKU IPTU Ibnu Holdon menuturkan Jasad pria yang berprofesi sebagai sales salah satu Perusahaan ini pertama kali ditemukan oleh DL (28) yang merupakan istri korban sendiri. “Ditemukan pertama kali oleh istrinya,” kata Kasi Humas IPTU Ibnu Holdon.

Saat itu lanjutnya, DL pulang kerumahnya di Perumahan adzikro hendak mengambil pakaian anaknya yang sedang dirawat dirumah sakit. Kemudian saat masuk kekamar DL mendapati tubuh suaminya dalam keadaan gantung diri.

“Istrinya shock dan meminta bantuan tetangganya untuk melepaskan ikatan pada leher korban,” tuturnya.

Kemudian kejadian itu dilaporkan Kepolres OKU, Piket fungsi Polres OKU, personil Inafis dan Personil Polsek Baturaja Barat menuju ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Kemudian sesampainya di TKP didapati korban YAP sudah dalam posisi terlepas dari ikatan di lehernya.

Dikatakan Holdon, Pihak keluarga meminta korban untuk dilakukan visum ke rumah sakit umum RSUD Baturaja dan langsung diantar oleh mobil Patroli SPKT Polres OKU. Adapun dari hasil visum tersebut yang dilakukan oleh pihak rumah sakit RSUD Baturaja dan didapati adanya cairan sperma di kemaluannya.

Atas kejadian itu, polisi menemukan surat pernyataan dan surat wasiat dari korban yang mengaku tak mampu menahan beban hidup dan banyak membuat susah istrinya, dalam wasiat itu juga dirinya meminta untuk menjaga anak anaknya, polisi juga mengamankan barang bukti lainnya berupa 1 unit HP, 1 buah spidol, kunci rumah, 1 helai baju kemeja lengan panjang abu-abu, pakaian yang dikenakan korban serra surat pernyataan untuk tidak diotopsi.

“Atas kesepakatan dan pihak keluarga yang telah membuat pernyataam tidak diotopsi, jasad korban kemudian dibawa ke rumah orang tua korban di Kelurahan Pasar Baru,”tukasnya.