Usaha Karoke Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Walau Omset Menurun Siap Dukung Program Pemerintah

ping ping salah satu pengusaha di OKU

BATURAJA,sebimbing.com – Massa pandemi covid-19 yang sudah terjadi dua tahun terakhir membuat sejumlah usaha mulai kembang kempis alias merugi.

Yang paling berdampak dirasakan oleh pelaku usaha hiburan yang selama ini mengandalkan kunjungan namun belakangan turunnya omset belakangan sangat dirasakan oleh sejumlah pelaku usaha di kota Baturaja.

Sepinya pengunjung membuat omset mereka turun drastis bahkan lebih dari lima puluh persen. Penurunan omset ini sangat terasa semenjak pandemi covid-19 makin menggila disejumlah daerah.

Menurut para pelaku usaha bukan hanya kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat saja,namun akibat pandemi yang semakin meningkat membuat masyarakat takut untuk keluar mencari hiburan.

Ping ping salah satu pelaku usaha hiburan di Oku mengaku dirinya harus tetap harus menjalankan usahanya meskipun omset mereka makin merosot. Dirinya tetap mempertahankan jumlah karyawannya dan tidak melakukan pengurangan meski omset mereka pas-pasan.

Hal ini dilakukan karena dirinya kasihan dengan karyawan nya jika harus berhenti dan tidak ada lagi penghasilan.”Saat ini kami tidak mengurangi karyawan tapi kalau omset 50 persen berkurang, sekarang ini untuk gaji saja sudah bersukur,”kata Ping ping.

Menurutnya dirinya sepakat jika perekonomian tetap harus berjalan ditengah pandemi. Sehingga ia tetap membuka usahanya dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19 yang ketat.

“Kita tetap buka dari pukul 09.00 sampai 22.00 wib itupun kami lakukan dengan menerapkan prokes. Selain itu setiap karyawan kita swab per minggu jika ada yang sakit kita istirahatkan,”ujarnya.

Ditengah pemberlakuan ppkm level tiga di OKU, menurut Ping Ping dirinya siap menutup sementara usahanya,namun dirinya berharap ada suport atau bantuan bagi 50 orang karyawannya di saat usaha mereka tutup sementara.

“Tentu kita siap tutup tapi kita minta jug sufort pemda memperhatikan keberlangsungan karyawan kami,”tukasnya.(dr)