Warga Datangan Dari Lampung Tewas Dikebun Diduga Sakit

Kriminal, Oku218 Dilihat
Foto ist :warga bersama anggota Polisi mengevakuasi mayat yang tewas didalam pondok di desa lontar

Baturaja, Jumat  24 April 2020 sekitar pukul 19. 30 wib warga Desa Lontar Kecamatan Muarajaya Ogan Komering Ulu (OKU) digergerkan dengan penemuan mayat oleh warga di pondok kebun kurang lebih 1 Km dari desa tersebut.

Diketahui mayat tersebut atas nama Marno yang ditemukan terbujur kaku di Pondok  milik Sukanda (45).

Kapolsek Pengandonan AKP Mardin menjelaskan saksi warga setempat mengaku melihat korban beberapa hari sering batuk atas permintaan keluarga saat itu warga pergi  mencari keberadaan Korban yang sudah lama tidak terlihat di seputaran Desa Lontar. 

Namun berdasarkan keteranagan saksi lainya pada hari Senin  20 April 2020 sekitar pukul 07.00 Wib melihat korban muntah muntah di simpang jembatan Ds Lontar. 

Kemudian  pada hari ini Jumat 24 April 2020 Saksi berinisiatif dengan ketiga rekannya mencari korban.

Setelah melakukan pencarian di TKP ke empat  saksi curiga karna mencium bau yang busuk di sekitar pondok tersebut kemudian warga mendekati pondok tersebut dan terlihat korban sudah terlentang tanpa busana yang telah di kerubungi lalat dan tercium bau sangat busuk.

Lalu ke empat saksi tersebut pulang melapor kepada Kades Desa Lontar  kemudian sekira pukul 19.30 WIB Kades Lontar menghubungi piket SPK Polsek Pengadonan. 

Selanjutnya Kapolsek  AKP  MARDIN  bersama Kanit Res  beserta anggota piket dan pihak medis UPTD Puskesmas Muara Jaya  dan didampingi pejabat kades, bersama beberapa warga menuju ke TKP yang berjarak 1 km dari desa Lontar Kec  Muara Jaya  Dan benar adanya mayat tersebut yang mana kondisinya sudah membusuk dan sebagian tubuhnya sudah dalam kondisi berulat ..dan setelah di identifikasi seperlunya.

Sekira jam 23.00 wib mayat di bawa ke rumah sakit Ibnu Soetowo Baturaja guna dilakukan visum et repertum dengan  menggunakan Ambulance puskesmas  kec Muara Jaya. 

Warga sekitar dan Kades Lontar Amran bahwa yang bersangkutan bukan warga desa Lontar melainkan warga datangan dr Lampung dan sdh lebih kurang 5 th berdomisili di desaLontar dgn pekerjaan terakhir menjaga kebun milik salah satu warga.(wdr)