Bahkan jauh sebelumnya permasalah debu ini telah menjadi momok menakutkan bagi warga yang bermukim di sekitar area pabrik PLTU PT BNY.
“Kami sudah mengalami ini sejak tahun 2021 nah puncaknya polusi debu sangat parah dihasilkan tahun 2025 ini,”katanya.
Tak hanya itu dampak kesehatan yang sangat terasa dialami warga sangat banyak mulai dari batuk, saluran pernapasan dan lain sebagainya bahkan kondisi rumah banyak mengalami kerusakan.
Dikatakannya, keluhan mereka sudah sangat sering disampaikan baik melalui bagian humas hingga petinggi perusahaan. Namun, belum ada tindakan lanjut akibatnya mereka mengambil inisiatif untuk mendatangi perusahaan itu guna meminta pertanggungjawaban.
“Jelas ada tapi karena kita yang namanya masyarakat ambil terbaik kalau memang tidak terdampak tidak akan mendatangi perusahaan ini. Nah ini memang sudah sangat banyak polusi debu yang kami rasakan akhir-akhir ini,”terangnya.
Sementara itu pihak PLTU Mulut Tambang 2×10 MW Baturaja Sumsel PT Bakti Nugraha Yuda Energy membenarkan jika ada kebocoran, sehingga membuat limbah hasil pengolahan batubara yang dihasilkan berupa debu tidak bisa dikontrol mereka.










