Webinar Literasi Digital Ajak Pemuda OKU Produktif di era Digital

Baturaja,sebimbing.com – Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Ogan Komering Ulu kembali di gelar Jumat (16/7/2021). Webinar yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut bertajuk Semakin Produktif di era digital.

Pada webinar yang menyasar target segmentasi kepemudaan dan sukses dihadiri 89 peserta daring , hadir dan memberikan materinya secara virtual, para Narasumber yang berkompeten dalam bidangnya.

Narasumber bertaraf nasional terdiri dari Irfan Sofyan dan Reni Haerani. Serta narasumber lokal dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten OKU Hemni Rusdi dan Dr. Hendra Alfani Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Baturaja.

Narasumber lainnya adalah owner @kelasmain, Mega Novaria yang juga sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya sebagai seorang mom preneur. Irfan Sofyan mengungkapkan bahwa pandemi telah menjadi penyebab utama transformasi digital.

Pada proses perubahan ini tentu diwarnai dengan perubahan sikap masyarakat dalam berinteraksi. Saat ini interaksi sosial dapat berlangsung pada ruang virtual yang kadangkala menjadi penyebab intoleransi akibat derasnya arus informasi yang tidak terbendung. ” Oleh sebab itu, penting untuk memahami bahwa filter informasi harus selalu dilakukan guna menghindari konten-konten yang merusak moral dan tidak inspiratif bagi masyarakat terutama kalangan milenial,” Ujarnya.

Rani Haerani juga menambahkan jika terdapat dua jenis pengguna digital, yaitu pengguna aktif dan pasif. Kedua jenis pengguna tersebut memiliki resiko yang sama saat menjelajah di ruang digital. Jejak digital setelah mengirim, mengakses dan mengunduh sesuatu akan terdeteksi dan tersimpan di dalam histori.

“Maka penting memahami bahwa tidak semua situs baik untuk dikunjungi, kita diharuskan untuk mampu membedakan situs-situs yang inspiratif,” jelasnya.

Sementara itu, tampil sebagai pembicara ketiga, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ogan Komering Ulu, Hemni Rusdi menambahkan bahwa dalam era digital ini pemuda diharapkan lebih kreatif dan mempunyai peranan nyata dalam membangun transformasi digital. Hal senada juga diungkapkan dosen Ilmu komunikasi Unbara, Dr. Hendra Alfani yang menegaskan bahwa transformasi digital dapat terjadi dengan cepat dan tepat dengan adanya pemuda-pemuda yang mempunyai kreatifitas yang inspiratif dalam menggunakan media sosial dan penggunaan internet pada umumnya.

Menurutnya saat ini pemegang internet banyak muncul dari kalangan milenial. ” Penggunaan internet yang positif akan lebih produktif bagi Milenial disaat pengguna internet yang semakin banyak dan munculnya situs situs online yang positif yang dapat mengasihkan pendapatan,” Kata Hendra.

Sementara itu, Mega Novaria Sebagai key opinion leader dalam webinar kali ini, menuturkan bahwa sebagai seorang Mom Preneur menegaskan jika menjadi seorang ibu dimasa pandemi harus mempunyai kreatifitas yang tinggi.

Hal ini dilakukan sebagai upaya pembelajaran dengan metode daring yang dilakukan di rumah. Dengan kreatifitas Ibu rumah tangga dalam membangun ruang belajar yang menyenangkan untuk anak, maka semangat belajar anak akan tetap terjaga.

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini. Salah satunya Tri Angkoco seorang mahasiswa yang menjadi peserta webinar yang menanyakan cara mengatasi kondisi lemahnya jaringan, minimnya alat komunikasi dan ketidaktahuan orang-orang yang tinggal di Desa sehingga literasi digital ini dapat tepat sasaran hingga ke pelosok-pelosok desa.

Dan para narasumber memberikan jawaban yang sama bahwa persoalan sinyal dan listrik pada adalah tantangan terbesar dalam literasi digital. Harus diadakan tindakan yang massif dalam mengatasi krisis energi dan keterjangkauan jaringan internet di pelosok-pelosok Desa sehingga program ini akan tepat sasaran.

Webinar ini merupakan satu dari rangkaian 23 kali webinar yang diselenggarakan di kabupaten Ogan Komering Ulu. Kegiatan massif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif.

Sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet. Menurut catatan Kominfo RI Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Dari Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital.

“Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” katanya lewat diskusi virtual.

Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang. (*/dr)