“Masa depan Kabupaten OKU, bahkan masa depan Indonesia, sangat bergantung pada bagaimana kita mendidik, melindungi, dan membimbing anak-anak sejak usia dini,” ujarnya.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten OKU terus memberikan perhatian terhadap pemenuhan hak-hak anak, mulai dari pendidikan yang berkualitas, perlindungan, hak bermain, hingga memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, lanjutnya, anak-anak membutuhkan pendampingan agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa kehilangan budaya literasi maupun nilai-nilai budaya bangsa.
Melalui kegiatan mendongeng, Pemkab OKU ingin menghidupkan kembali budaya bertutur sebagai bagian dari kearifan lokal. Dongeng dinilai menjadi media efektif untuk menanamkan nilai kejujuran, keberanian, tanggung jawab, kepedulian, gotong royong, serta rasa cinta kepada keluarga, masyarakat, dan tanah air.
Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten OKU, Bunda PAUD, para guru, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap budaya literasi dan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa terus ditanamkan sejak usia dini melalui kegiatan serupa yang dilaksanakan secara berkelanjutan.










