“Kita ingin memetakan pendidikan agar kualitas guru di OKU, khususnya tenaga pendidik, bisa merata.
Perlu ada sedikit rangsangan atau nilai tambah (nilai plus) bagi guru yang bersedia ditempatkan di wilayah tertentu. Kalau tidak begitu, akan susah memeratakan kualitas guru kita,” jelasnya.
Tak hanya itu di hadapan para kepala sekolah, Teddy juga menyampaikan keprihatinan mendalam terkait kesejahteraan fisik dan mental para guru.
Ia mengungkapkan adanya laporan resmi mengenai maraknya tenaga pendidik yang terjerat masalah finansial dan sosial.
“Saya mendengar kabar dari lembaga resmi bahwa banyak guru kita yang sudah terikat pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol). Tolong ingatkan mereka, tidak mungkin hidup kita akan bahagia kalau terjebak hal tersebut. Tolong hindari dan sampaikan ke seluruh guru agar jangan sampai terjebak pinjol dan judol,” tegas Teddy.
Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Dinas Pendidikan OKU yang terus berkontribusi mengawal jalannya roda pendidikan di daerah.










