Dikritik Pengamat Kebijakan Publik
Pernyataan Kapolres yang menilai antrean panjang bukan kendala utama langsung memantik respons negatif. Pemerhati Kebijakan Publik OKU, Bowo Sunarso, sangat menyayangkan sudut pandang kepolisian yang terkesan memaklumi kemacetan di SPBU.
Bowo menuturkan, sudah menjadi rahasia umum bahwa antrean mengular di berbagai SPBU di OKU tidak terjadi secara alami, melainkan akibat pergerakan terstruktur dari para spekulan.
“Sudah jadi rahasia umum, antrean yang sering terjadi di SPBU-SPBU di OKU kebanyakan adalah ulah oknum yang mencari keuntungan pribadi dengan cara menimbun BBM, khususnya jenis Solar,” ungkap Bowo Sunarso.
Menurut Bowo, kelangkaan pasokan yang disebut Kapolres justru dipicu oleh serapan BBM bersubsidi yang bocor ke tangan para penimbun, bukan murni karena kuota Pertamina yang kurang.
Fakta Penimbunan di Lapangan
Kekhawatiran masyarakat dan analisis pengamat tersebut bukan tanpa alasan. Praktik ilegal penyalahgunaan BBM bersubsidi terbukti nyata masih marak terjadi di wilayah hukum OKU.













