Perawatan sumur PBM-025 difokuskan pada tiga sasaran, yaitu squeeze cementing pada lapisan BRF (1795,5–1797 mMD), perbaikan bonding semen (1816–1818 mMD), dan perforasi produksi lapisan R9 (1811,85–1814,75 mMD). PEP Prabumulih Field menggunakan Rig GJE-06 berkapasitas 350 HP dalam pekerjaan berdurasi tiga minggu tersebut.
Well service terbukti mampu meningkatkan produksi migas dengan biaya yang efisien.
“Keberhasilan ini membuktikan optimalisasi sumur eksisting melalui well service bisa mendorong peningkatan produksi migas secara efisien dan rendah risiko,” ucap Luthfi.(*)












