“PSEL merupakan wujud transformasi dalam pengelolaan sampah. Melalui kolaborasi yang kuat, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, tetapi dapat diolah menjadi sumber energi yang memberi manfaat. PLN siap mendukung program ini dengan memastikan energi yang dihasilkan dapat terserap secara andal ke dalam sistem kelistrikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas,” tutur Darmawan.
PSEL Bali dirancang mampu mengolah 1.200 hingga 1.650 ton sampah setiap hari dengan kapasitas pembangkitan listrik mencapai 30 megawatt (MW).
Proyek tersebut merupakan bagian dari pengembangan 11 fasilitas PSEL di berbagai wilayah Indonesia yang ditargetkan mampu mengolah sekitar 14.928 ton sampah per hari dengan potensi kapasitas pembangkitan listrik mencapai 310,3 MW.
Melalui pengembangan PSEL secara nasional, pemerintah bersama PLN berharap pengelolaan sampah di Indonesia menjadi lebih modern, berkelanjutan, sekaligus mampu menghasilkan energi bersih yang memberi manfaat bagi masyarakat, memperkuat ketahanan energi nasional, serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat.(RLS)










