Penelitian ini menggunakan metode campuran. Metode kuantitatif digunakan untuk mengukur kompetensi jurnalis lokal dengan memodifikasi instrumen yang dikembangkan Opgenhaffen dan Dewan Pers Indonesia. Sedangkan efikasi berita dan motivasi jurnalis diukur dengan instrumen yang dikembangkan Yu & Wang.
Responden penelitian ini adalah seseorang yang bekerja sebagai wartawan (dibuktikan dengan kartu pers) di media siber (baik yang sudah atau terverifikasi administratif/faktual) dan sudah/belum memiliki sertifikat kompetensi wartawan dari lembaga berwenang.
Responden dipilih secara acak bertingkat yang memperhitungkan jumlah pekerja di setiap perusahaan media siber di Kota Palembang, Kota Prabumulih, dan Kabupaten Ogan Komering Ulu. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner Google Form ke responden terpilih. Data akan dianalisis dengan teknik statistik inferensial menggunakan STATA.
Sedangkan metode kualitatif digunakan untuk mendalami dan mengeksplorasi strategi redaksi, faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kompetensi digital jurnalis media siber. Data primer diperoleh dengan wawancara mendalam terhadap informan yang ditentukan secara purposive sampling.
















