“Kalau dulu malam langsung gelap, anak-anak cepat tidur. Sekarang lampunya terang, mereka bisa duduk belajar lebih lama di meja. PR sekolah jadi selesai, mata juga tidak perih kena asap lagi. Kami sekeluarga senang sekali,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran listrik memberikan kesempatan yang lebih baik bagi anak-anak untuk belajar dan mengejar cita-cita tanpa terkendala minimnya penerangan.
Manfaat listrik juga mulai dirasakan oleh pelaku usaha kecil di dusun tersebut. Yohanes, pemilik warung kelontong, melihat peluang baru untuk mengembangkan usahanya.
Sebelumnya, keterbatasan listrik membuat dirinya tidak dapat menyimpan produk yang membutuhkan pendingin. Kini, ia berencana membeli kulkas agar dapat menjual es batu dan minuman dingin kepada warga sekitar.
“Dulu jualan terbatas, barang cepat basi karena tidak ada pendingin. Sekarang ada listrik, saya mau coba beli kulkas kecil. Jadi bisa jual es batu dan minuman dingin untuk warga di dusun. Harapannya ada tambahan penghasilan,” katanya.
Kehadiran listrik dinilai mampu membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan tanpa harus meninggalkan kampung halaman untuk mencari pekerjaan.
















