Ia menambahkan, keberhasilan menghadirkan listrik di Noemuke merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menjelaskan bahwa pembangunan jaringan listrik menuju Dusun Noemuke menghadapi tantangan medan berbukit dan akses yang terbatas.
Untuk mewujudkan layanan listrik bagi masyarakat, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 1,03 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 4,9 kms, serta gardu distribusi berkapasitas 50 kVA.
“Wilayah seperti Noemuke memerlukan kesiapan teknis dan waktu. Dengan infrastruktur yang sudah beroperasi, kami berharap listrik ini dapat dimanfaatkan warga untuk mendukung berbagai aktivitas produktif sehari-hari,” ungkap Eko.
Kini, suasana malam di Dusun Noemuke tak lagi diselimuti gelap gulita. Lampu-lampu yang menyala di 149 rumah warga menjadi simbol perubahan sekaligus harapan baru bagi masyarakat untuk menatap masa depan yang lebih cerah, produktif, dan sejahtera. (RLS)















