Teddy menekankan bahwa rumah adalah fondasi utama dalam membangun kesejahteraan keluarga, mulai dari aspek pendidikan, kesehatan, hingga ibadah. Oleh karena itu, hunian yang layak menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.
Namun, di sela-sela kegembiraan warga, Bupati Teddy memberikan instruksi tegas kepada jajaran camat dan lurah. Ia mewanti-wanti agar perbaikan rumah ini jangan sampai mengubah status data desil kemiskinan para penerima manfaat, yang justru bisa menghapus mereka dari daftar bantuan sosial (bansos) pemerintah lainnya.
“Tolong Pak Camat dan seluruh jajaran dipantau ketat. Jangan sampai setelah rumahnya diperbaiki, tingkat desilnya malah berubah naik. Nanti mereka malah tidak bisa dapat bantuan lagi seperti PKH dan bansos lainnya. Ini harus dikawal,” ujar Teddy dengan nada tegas.
Sementara itu, Ketua REI OKU, Ketut Sumarta Yasa, menjelaskan bahwa aksi sosial ini merupakan komitmen berkelanjutan dari para pengembang. Pada tahun ini, kontribusi bedah rumah dari sektor swasta mengalami tren peningkatan yang positif.










