Dengan menaiki sepeda motor, Alifia menyusuri jalan antardesa untuk menemui para debitur di rumah maupun kebun. Ia berbincang mengenai perkembangan usaha, mendengarkan kendala yang dihadapi, sekaligus melihat langsung aktivitas di kebun sawit dan karet.
“Membangun kepercayaan masyarakat desa memerlukan pendekatan humanis yang berlandaskan kearifan lokal. Saya selalu berusaha untuk bersikap terbuka, ramah, dan hadir bukan sekadar sebagai pihak perbankan, melainkan sebagai kawan diskusi yang memahami tantangan keseharian mereka,” ungkap Alifia.
Kedekatan tersebut membantunya memberikan solusi pembiayaan sesuai kondisi usaha, khususnya melalui KUR dan Kupedes untuk kebutuhan modal kerja, investasi, hingga peremajaan lahan perkebunan. Saat jalan menuju lokasi sulit dilalui, Alifia berkoordinasi terlebih dahulu dengan tokoh masyarakat atau ketua kelompok tani setempat untuk memastikan keberadaan debitur sebelum turun ke lapangan.
Pengalaman di lapangan membuat Alifia semakin memaknai pekerjaannya dari sisi yang lebih personal. Berbagai pertemuan dengan masyarakat dan tantangan yang ditemui selama menjalankan tugas menjadi pengalaman yang terus membentuk cara pandangnya.
















