Melalui dua skema tersebut, terdapat rencana pengembangan 79 proyek, terdiri dari 45 proyek GEECA dan 34 proyek SECA, dengan proyeksi tambahan kapasitas panas bumi mencapai 3,1 GW.
“PLN membuka kolaborasi seluas-luasnya bagi para mitra melalui skema GEECA dan SECA. Lewat kolaborasi yang fairness ini, diharapkan dapat mengakselerasi pengembangan panas bumi, sebagai salah satu energi baru terbarukan domestik,” ujar Darmawan.
Komitmen pengembangan panas bumi juga ditandai dengan sejumlah kesepakatan dalam gelaran IIGCE 2026.
Pemerintah melalui Kementerian ESDM menyerahkan secara simbolis Surat Keputusan Izin Panas Bumi (SK IPB) untuk Wilayah Kerja Panas Bumi Gunung Ungaran kepada PLN.
Di sisi lain, PLN menandatangani Deklarasi Kemitraan Strategis Pengembangan Panas Bumi bersama sejumlah mitra untuk proyek PLTP dengan total kapasitas hingga 453 megawatt (MW).
Kolaborasi juga dilakukan PLN Group melalui PLN Indonesia Power bersama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk.
Keduanya menandatangani Letter of Intent (LoI) terkait kerja sama pembelian tenaga listrik dari pengembangan panas bumi Lahendong Binary (Bottoming) Unit 15 MW di Sulawesi Utara serta Ulubelu Binary (Bottoming) Unit 30 MW di Lampung.













