PLN, ANTAM dan HYD Garap Industri Baterai Rp96 Triliun, Siap Serap 10 Ribu Tenaga Kerja

Nasional21 Dilihat
banner 468x60

“Saya ulangi arahan Bapak Presiden Prabowo, bahwa dalam rangka pengelolaan sumber daya alam, baik sekarang maupun ke depan, kita harus memprioritaskan kepentingan negara,” ujar Bahlil.

Ia menegaskan seluruh tahapan proyek harus mengutamakan keterlibatan tenaga kerja dan industri dalam negeri. Kawasan industri baterai dan katoda direncanakan dibangun di Jawa Barat, sedangkan sektor pertambangan, smelter hingga hilirisasi akan berpusat di Halmahera Timur, Maluku Utara.

banner 336x280

“Yang bisa dikerjakan dalam negeri, pakai tenaga kerja dalam negeri. Yang tidak bisa dikerjakan, baru ambil dari luar,” tegasnya.

Tak hanya mendukung ekosistem kendaraan listrik, proyek ini juga diproyeksikan menjadi tulang punggung pengembangan energi baru terbarukan nasional. Pemerintah menyiapkan baterai sebagai komponen utama dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW).

“Ini tidak hanya untuk baterai mobil listrik, tapi juga didesain untuk baterai panel surya,” tambah Bahlil.

Direktur Utama Indonesia Battery Corporation, Aditya Farhan Arif menjelaskan bahwa kesepakatan awal ini menjadi fondasi menuju pengembangan industri baterai nasional yang kompetitif dan berkelanjutan.

banner 336x280